Senin, 14 Oktober 2019

Tips & Etika Memotret Acara Pernikahan

Apa yang harus diperbuat oleh seorang gambargrafer pernikahan baik itu untuk gambar pre wedding maupun di hari pernikahan?

Tips & Etika Memotret Acara Pernikahan


  1. Hadir pada technical meeting / rapat panitia. Hinggakan daftar yang diperlukan untuk gambar pernikahan. Misal: ruangan untuk gambar studio, daya listips, letak stop kontak, dll. Koordinasi yang baik antar penyedia jasa bakal menjadikan semua serba teratur. Tak ada kabel bersliweran didepan pelaminan umpama.
  2. Memahami susunan agenda & hadir sesuai jadwal. Cadangkan waktu untuk mempersiapkan diri & peralatan photo wedding. Apabila lokasi agenda tak kami kenal, perbuat survey sebelumnya. Pada hari H semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, jangan meningkatkan beban mereka.
  3. Berpakaian yang sopan & wajar. Khususnya pada agenda pernikahan tradisional, sebaiknya tak menggunakan sandal, poloshirt / tshirt dan jeans “belel”. Keluarga pengantin tak peduli merek sandal yang kamu gunakan. Crocs sekalipun, tak pantas berada diruang pesta.
  4. Makan sebelum kerja. Ingat!!! kami datang untuk bekerja
  5. Pahami aturan yang berlaku di lokasi acara. Misal : akhlak masuk mesjid, larangan menaiki altar gereja, keharusan menggunakan pakaian adat, dll
  6. Tidak mengganggu personil lain yang bertugas. Misal : menghalangi pandangan pemandu acara.
  7. Ingatkan calon pengantin untuk meperbuat hal-hal yang bakal membikin hasil photo wedding menjadi lebih baik. Misal : tak sedikit tersenyum, jangan terlalu tak jarang menunduk, badan harus tegap, waktu berdoa angkat kedua tangan tinggi-tinggi, dsb. Hinggakan hal-hal tersebut sebelum agenda alias kemarin hari sebelumnya, bukan pada saat agenda berjalan sebab bakal mengganggu konsentrasi / merusak kekhidmatan prosesi
  8. Pada agenda siraman calon pengantin wanita, tak jarangkali keluarga hanya memperbolehkan wanita dan keluarga dekat yang hadir pada agenda tersebut. Tugaskan gambargrafer wanita untuk kebutuhan tersebut
  9. Lensa super lebar tak jarangkali menghasilkan efek yang dramatis. Tetapi bila dipakai pada saat yang tak cocok bakal mengganggu. Gunakanlah lensa super lebar dengan bijaksana. Lensa ini juga keren dipakai untuk agenda pre wedding photo.
  10. Gunakan peralatan sewajarnya. Perhatikan apakah estetika ruangan bakal terganggu oleh alat gambargrafi yang dipakai. Pengantin bayar mahal untuk dekorasi ruangan. Payung & softbox tak jarangkali menghalangi pandangan tamu ke arah panggung / pelaminan. Di sinilah seorang gambargrafer diuji, tak tergantung pada 1 tipe alat saja.
  11. Jangan terlalu tak sedikit mengatur, serahkan jalannya agenda terhadap pembawa acara
  12. Tampil low profile menyatu dengan acara, jadi keberadaan gambargrafer tak membikin canggung / merusak suasana. Jangan terlalu tak jarang lalu-lalang dengan argumen mengejar peristiwa. Tempatkan berbagai gambargrafer pada lokasi yang strategis untuk memperoleh semua aspek pemotretan
  13. Apabila ada petugas video / gambargrafer lain di lokasi acara, pintar-pintarlah mengatur “kesepakatan”. Misal supaya tak mengambil posisi saling berhadapan yang mengdampakkan kami ikut terekam (”in frame”)
  14. Cocoki janji kapan hasil photo wedding maupun pre wedding gambar tersebut bakal diserahkan